Minggu, 12 Mei 2013

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM “TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH”


MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH”


th (14).jpg  
XI TKJ 3
NAMA KELOMPOK :
§  ADITIA SEPTIANDI
§  EMI FATMAWATI
§  HANIFAH AWALIAH
§      
§   
§   
§   








DAFTAR  ISI

Ø BAB I PENDAHULUAN
·      Kata Pengantar
·      Latar Belakang
·      Tujuan

Ø BAB II PEMBAHASAN 
·      1.  Pengertian Mengkafani Jenazah
      1.1 Pengertian perawatan jenazah

·      2. Tata Cara Mengkafani Jenazah
2.1 Tata cara mengkafani jenazah laki-laki
2.2 Tata cara mengkafani jenazah wanita

Ø BAB III PENUTUP 
·      Kesimpulan
·      Saran
Ø DAFTAR PUSTAKA








KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul “Tata Cara Mengkafani Jenazah” . Tidak lupa saya ucapkan kepada Bapak guru Pendidikan Agama Islam dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya  menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dalam penulisan maupun dalam penyajiannya.

Sebagai penulis kami juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Bila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kami berharap semoga makalah ini berguna bagi semua orang yang memerlukan materi ini dan sebagai bahan pelajaran
Wassalamualaikum wr.wb




















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Hal yang menyebabkan Mengkafani Jenazah menjadi bidang kajian Agama yang penting tidak lain karena Perawatan jenazah adalah pengurusan jenazah seorang muslim/muslimat dengan cara memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburannya. Hukum melaksanakan pengurusan jenazah seorang muslim/muslimat dengan cara-cara tersebut adalah fardu kifayah bagi orang-orang islam yang masih hidup. Artinya, berdosa jika tidak ada seorangpun yang mengerjakannya.
Karena itu setiap muslim/muslimat hendaknya mempelajari serta memahami tata cara pengurusan jenazah dengan sebaik-baiknya.

B. Tujuan
1.      Dapat mengetahui tata cara dalam perawatan jenazah
2.      Dapat mengetahui tata cara mengkafani jenazah
3.      Dapat mengetahui perbedaan tata cara mengkafani jenazah laki-laki dan wanita
4.      Dapat mengetahui tata cara mengkafani jenazah dengan benar
5.      Dapat mengetahui Hal-Hal yang Perlu Dilakukan












BAB II
PEMBAHASAN



1.  Pengertian Mengkafani Jenazah
Mengkafani jenazah maksudnya membungkus jenazah dengan kain kafan. Hukum mengkafani jenazah ialah fardu kifayah bagi orang-orang islam yang masih hidup. Kain kafan diperoleh dengan cara yang halal, yakni diambilkan dari harta peninggalan jenazah, jika ia meninggalkan harta.
Kalau jenazah tidak meninggalkan harta, maka yang wajib menyediakan kain kafan adalah keluarga terdekatnya (orang yang wajib memberi nafkah jenazah dimasa hidupnya). Kalau keluarga terdekatnya tidak ada/tidak mampu, maka untuk membeli kain kafan itu diambilkan dari baitul mal. Jika baitul mal tidak ada, yang wajib menyediakan kain kafan itu adalah orang Islam yang mampu.
Kain kafan hendaknya kain yang bersih, berwarna putih dan sederhana yakni tidak mahal harganya dan tidak pula terlalu murah. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

اْلبِسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمُ اْلبَيَاضِ فَاِنَّهَا خَيْرُ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوْا فِيْهَا مَوْتَاكُمْ (رواه الترمذي)

Artinya:  “Berpakaianlah kamu dengan pakaianmu yang berwarna putih, karena pakaian putih itu merupakan pakaian terbaikmu, dan kafanilah mayat kamu dengan kain putih itu.” (HR. Tirmizi)
Juga Rasulullah SAW bersabda,
           “janganlah kamu berlebih-lebihan memilih kain yang mahal-mahal untuk kafan, karena sesungguhnya kain kafan itu akan segera hancur,” (HR. Abu Daud)





1.1 Pengertian Perawatan Jenazah
Perawatan jenazah adalah pengurusan jenazah seorang muslim/muslimat dengan cara memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburannya. Hukum melaksanakan pengurusan jenazah seorang muslim/muslimat dengan cara-cara tersebut adalah fardu kifayah bagi orang-orang islam yang masih hidup. Artinya, berdosa jika tidak ada seorangpun yang mengerjakannya.
Karena itu setiap muslim/muslimat hendaknya mempelajari serta memahami tata cara pengurusan jenazah dengan sebaik-baiknya.





2. TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH

a. Ukuran kain kafan yang digunakan.

Ukurlah lebar tubuh jenazah. Jika lebar tubuhnya 30 cm, maka lebar kain kafan yang disediakan adalah 90 cm. 1 : 3.
b. Ukurlah tinggi tubuh jenazah.

1. Jika tinggi tubuhnya 180 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm.
2. Jika tinggi tubuhnya 150 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm.
3. Jika tinggi tubuhnya 120 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm.
4. Jika tinggi tubuhnya 90 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm.
5. Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan agar mudah mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya.

2.1 Tata cara mengkafani jenazah laki-laki

1. Jenazah laki-laki.
Jenazah laki-laki dibalut dengan tiga lapis kain kafan. Berdasar dengan hadits.
“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas, tanpa ada baju dan serban padanya, beliau dibalut  dengan 3 kain tersebut.           


a. Cara mempersiapkan tali pengikat kain kafan.
1.
Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm.
2. Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. ( jumlah tali usahakan ganjil). Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah.
Gambar penempatan tali pengikat pada jenazah :


b. Cara mempersiapkan kain kafan.
1.
helai kain diletakkan sama rata diatas tali pengikat yang sudah lebih dahulu , diletakkan diatas usungan jenazah, dengan menyisakan lebih panjang di bagian kepala.

c. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.
1.
Sediakan kain dengan panjang 100 cm dan lebar 25 cm ( untuk mayyit yang berukuran lebar 60 cm dan tinggi 180 cm), potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi.
2. Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayyit, letakkan pula potongan kapas diatasnya.
3. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayyit.

d. Cara memakaikan kain penutup auratnya.
1.
Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh mayyit dengan wewangian atau sejenisnya. Bubuhi anggota-anggota sujud.
2. Sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakkan di lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan yang lainnya.
3. Letakkan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh, lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari sebelah kanan dan ikatlah dengan baik.

e. Cara membalut kain kafan :
1
. Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan, balutlah dari kepala sampai kaki .
2. Demikian lakukan denngan lembaran kain kafan yang kedua dan yang ketiga.

f. Cara mengikat tali-tali pengikat.
1. Mulailah dengan mengikat tali bagian atas kepala mayyit dan sisa kain bagian atas yang lebih itu dilipat kewajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.
2. Kemudian ikatlah tali bagian bawah kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.
3. Setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak yang sama rata. Perlu diperhatikan, mengikat tali tersebut jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh, agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur.




2.2 Tata Cara  Mengkafani jenazah wanita.
Jenazan wanita dibalut dengan lima helai kain kafan. Terdiri atas : Dua helai kain, sebuah baju kurung dan selembar sarung beserta kerudungnya. Jika ukuran lebar tubuhnya 50 cm dan tingginya 150 cm, maka lebar kain kafannya 150 cm dan panjangnya 150 ditambah 50 cm.
Adapun panjang tali pengikatnya adalah 150 cm, disediakan sebanyak tujuh utas tali, kemudian dipintal dan diletakkan sama rata di atas usungan jenazah. Kemudian dua kain kafan tersebut diletakkan sama rata diatas tali tersebut dengan menyisakan lebih panjang dibagian kepala.

a.    Cara mempersiapkan baju kurungnya.
1
. Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya, lalu ukuran tersebut dikalikan dua, kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut.
2. Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya.
3. Setelah dilipat dua, biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang, dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit, dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya) lebar baju kurung tersebut 90 cm.

b. Cara mempersiapkan kain sarung.
Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya.

c. Cara mempersiapkan kerudung.
Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung.

d. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.
1.
Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm.
2. Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok.
3. Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya, letakkan juga potongan kapas diatasnya.
4. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya.

e. Cara melipat kain kafan.
Sama seperti membungkus mayat laki-laki.

f. Cara mengikat tali.
Sama sepert membungkus mayat laki-laki.


























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi , Tata cara mengkafani jenazah harus dilakukan dengan benar dan tepat sesuai anjuran agama islam.dari penjelasan diatas berbeda dengan anak yang masih berusia dibawah tujuh tahun baik untuk laki-laki maupun perempuan.
1. Cara mengkafani anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain.
2. Cara mengkafani anak perempuan yang berusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membalutnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain.

 Saran
Makalah yang kami buat belum sempurna  sesuai yang diharapkan. Masih terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan. Karena, kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari khilaf / kesalahan, kelebihan itu hanya milik Allah SWT semata.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak atau pembaca demi perbaikan di masa mendatang.







 DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri. 2006. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA JILID 2 Untuk Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga.


Selasa, 23 April 2013

gambar lapisan bumi

Struktur Bumi


Bumi merupakan salah satu planet yang terbentuk dari batuan yang memiliki lempeng tektonik yang aktif. seperti yang kita ketahui bahwa permukaan bumi yang kita huni terdiri dari berbagai bentukan seperti ; gunung, lembah, danau, bukit, sungai, dll. adanya bentukan-bentukan tersebut membuat permukaan bumi menjadi tidak rata yang biasa di sebut juga relief bumi.
struktur bumi 450x377 Mengenal Lapisan Bumi dan Struktur Bumi
Adapun kandungan utama yang ada di dalam bumi antara lain ; besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon(15,2%), magnesium (13,9%), sulfur (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), alumunium (1,4%), dan 1,2% selebihnya adalah unsur-unsur lain.

Lapisan Bumi

Menurut komposisi (jenis dari material)nya, bumi dapat di bagi menjadi beberapa lapisan seperti berikut :
  1.  Kerak bumi
  2. Mantel bumi
  3. Inti bumi
Sedangkan menurut sifat mekanik (sifat dari material) -nya, bumi dapat di bagi menjadi beberapa lapisan seperti berikut :
  • Litosfir
  • Astenosfir
  • Mesosfir
  • Inti bumi bagian luar ; mempunyai tebal sekitar 2250km yang terdiri dari besi dan nikel cair
  • Inti bumi bagian dalam ; mempunyai tebal sekitar 1200km yang terdiri dari besi dan nikel padat dengan temperatur mencapai 3900º C
Itu tadi penjelasan singkat mengenai lapisan bumi dan struktur bumi, semoga dengan begitu kita bisa lebih mengenal bumi serta menjaganya agar terus hijau alami sehingga membuat bumi kita menjadi lebih baik, semangat go green.

Senin, 22 April 2013

Gangguan dan Troubleshooting Fiber Optic

Pada Instalasi kali ini terjadi beberapa masalah, yaitu pada saat pengecekan koneksi ternyata koneksi belum sepenuhnya berjalan dengan lancar, dan loss yang dihasilkan sangat besar atau tidak memenuhi standar loss yang direkomendasikan yaitu RX sensitivity-nya antara – 22 s/d – 24 dB, pada saat dilakukan penghitungan ternyata loss yang dihasikan adalah – 38 dB, setelah tim men-troubleshooting masalah ini mulai dari konstruksi kabel apakah ada bending atau kabel yang patah, penggunaan attenuator yang tepat, setelah beberapa tindakan tersebut dilakukan ternyata loss yang dihasilkan masih saja besar. Tim instalasi sempat mengganti atau men-splice ulang patch cord karena diasumsikan hasil splicingnya kurang maksimal, ternyata tindakan tersebut juga tidak merubah hasil penghitungan loss yang direkomendasikan.

Setelah tim melakukan pengecekan ulang di OTB ternyata sumber masalah ditemukan yaitu konektor FC yang masuk salah satu port di OTB tidak tertancap sebagaimana mestinya, inner dari konektor tersebut tidak masuk secara tepat. Hal inilah yang ternyata menyebabkan loss yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.
Dari problem pada saat instalasi kali ini dapat diambil beberapa kesimpulan supaya hal yang sama tidak terjadi kembali, untuk meminimalisasikan terjadinya problem tersebut, tim menyimpulkan berapa hal diantaranya :
· Pastikan kabel fiber yang digunakan bersih dan tidak patah atau
rusak.
· Pada saat splicing pastikan loss yang dihasilkan seminimal mungkin.
Atau mencapai RX sensitivity yang direkomendasikan yaitu -22 s/d
– 24 dB.
· Pada saat memasukan konektor ke salah satu port di OTB pastikan inner-nya masuk secara tepat.(jika hal ini tidak diteliti dengan baik maka pada saat melakukan pengukuran dengan power meter, maka loss yang di hasilkan akan besar).
· Pada saat pengukuran dengan power meter pastikan gelombang yang digunakan sama.
Bila terjadi beberapa masalah, maka cek beberapa keterangan kofigurasi di bawah ini diantaranya adalah :
• Failure of ONU to range
– Fiber yang kotor
– Sinyal degradasi
• Kabel fiber terlalu panjang
• Kabel fiber rusak
• Bad connections/fiber plant components
• Laser/receiver tidak berfungsi
– ONU ID# conflict
• Loss permanent pada frame/pattern di TDM
– Konfigurasi kabel yang salah
– Ports/Channels/Board tidak aktiv
• Tidak bisa telnet ke SCC management port (pada OLT)
– Konfigurasi yang salah pada SCC IP parameternya.
• No IP traffic
– VLAN membership yang salah
– Ports tidak di enabled

Rabu, 17 April 2013

CARA INSTALASI DEBIAN DI VIRTUALBOX

Sistem Operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux dan merupakan distro Linux yang populer saat ini. Langsung aja buat sobat-sobat yang bingung bagaimana sih cara install DEBIAN, bagi yang belum yakin untuk menginstall Debian ke Laptop atau Komputernya bisa lihat-lihat dulu cara pengisntalannya bagaimana ? dengan menggunakan Oracle VM VIRTUL BOX berikut ini tutorial cara isntall Debian menggunakan VirtualBox nya :
1. Pertama buka Oracle VM VirtualBox, yang belum punya silahkan download dulu
2. Setelah itu install, terus jalankan aplikasinya
3. Tampilan awalnya seperti ini, lalu klik Baru ( yang di lingkar merah ), terus akan muncul tampilan dialog box, next aja

4. Kemudian akan muncul dialogbox berikutnya, isi nama Virtual dengan nama Debian terus Next
5. Setelah itu atur ukuran Memori RAM virtualnya, 512 Mb kayaknya sudah cukup cepat ( bagi saya ), kemudian Next-next saja sampai Finish.
6. Kemudian klik Debian lalu Mulai ( yg dilingkar )
7. Akan muncul kotak dialog seperti ini, masukan CD Debian-nya yang format ISO, kalau saya menggunakan Debian V.5 Next cara klik lambang Folder, terus cari CD-nya setelah itu Klik Next , lalu klik Finish. 

8. Setelah semuanya selesai akan muncul tampilan seperti ini, Kemudian tekan Enter untuk memulai penginstallan


9. Tunggu sampai proses booting selesai, maka akan tampilan seperti ini, pilih bahasa kalau anda memilih bahasa indonesia tidak apa-apa tapi saya sarankan agar memilih bahasa Inggris agar kita cepat memahami perintah-perintah dalam bahasa inggris, kemudian tekan Enter


10. Kemudian masuk untuk memilih area country, Kemudian tekan Enter, setelah itu pada tampilan berikutnya next-next saja sampai pada mengatur Nama hostname




11. Pada saat mengatur HostName bisa diganti dan bisa juga nama defaultnya ( Debian ), kemudian tekan Enter, Setelah itu masuk ke tampilan berikutnya untuk mengatur Domain Name ( DN ), DNnya bisa anda tulis dengan nama anda dengan berakhiran domain (.net, .com, .server), kalau saya menggunakan nama dari jursuan saya tekaje.server Kemudian Enter, tunggu sampai proses selesai.


11. Setelah itu masuk pada tahap selanjutnya yaitu mempartisi hardisk, di situ ada 4 pilihan bisa secara manual bisa juga secara otomatis, kalau saya pilih yang paling atas biasa ngirit waktu soalnya kalau manual banyak langkah-langkahnya, hehehe
kemudian tekan Enter, tahap berikutnya tidak perlu di ganti-ganti lagi jadi tekan Enter saja , , , 


12. Setelah itu tekan Enter untuk selesai mempartisi hardisk virtual anda, tampilannya seperti ini

13. Kemudian ada pertanyaan " Write the changes to disks ?" pilih  Yes terus tekan tombol Enter, Setelah itu tunggu prosesnya selesai kurang lebih nunggu beberapa menit saja,yang penting sabar, he he he

14. Tahap selanjutnya yaitu mengatur password root, kalau yang saya gunakan password standar saja ( 12 ) biar nggak kelupa 
                                     
15. Masukan nama pengguna ( user )
16. Tahap berikutnya yaitu mengatur password user, yang tadi kan password root sekarang user, saya sarankan gunakan password standar ( 12 )saja bagi yang pemula 

                                     
17.  Pada tahap berikutnya akan ada perintah " Scan another CD or DVD " pilih No kemudian tekan tombol Enter 
                                          
18. Selanjutnya untuk " Network Mirror " pilih No juga kemudian Enter 
19. Tahap selanjutnya sama saja dengan langkah ke-17 dan 18, pilih No kemudian Enter, tunggu proses sampai selesai  

20.  Pilih sosftware yang akan di instal, dipilih semua juga tidak apa-apa tapi untuk mempersingkat waktu pilih system standar/ standart system saja. Kalau kamu ingin tampilan debian berbasis GUI pilih juga Dekstop Environment dengan menekan <Spasi>, Setelah itu <TAB> untuk melanjutkan
21. Kemudian tunggu proses penginstallan sampai selesai.
22. Akhirnya setelah lama menunggu selesai juga, kemudian tinggal tekan Enter aja, Mesin akan merestart sendiri 
23. Debian V.5 siap digunakan, tinggal masukin username dan passwordnya trus otak-atik saja sesuka kalian... heheheh becanda . .